Bali Ops (Part 1)

Tak ku sangka, akhirnya saya mendapat tugas ke luar Pulau Jawa. Jarang-jarang lho dinas lintas pulau. Jangankan lintas pulau, lintas provinsi pun jarang, paling banter ya cuma Bandung-Jakarta.

Sebenarnya sih sudah disuruh tugas ke Ngayogyakarto, tetapi karena sudah pernah ke sana, jadinya saya tolak,hehe. Untungnya punya alasan kuat buat menolak. Alasannya masih capek 2 minggu diklat di Depok. Ya, memang jeda diklat dengan tugas ke Yogya ini dekat sekali. Kalau tugas ke Bali lumayan ada waktu sekitar seminggu untuk bernafas.

Nov, 28 2011

Pukul 5 pagi saya diharuskan kumpul di Samudera Cimahi, karena itu selekas salat subuh, saya segera meluncur ke tempat tujuan diantar Babeh (Thanks Dad). Kondisi jalan yang lengang membuat Bandung-Cimahi hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit menggunakan mobil. Owsom sekali…. Kalau agak siang sedikit saja, sudah kaya antri sembako.

Saking asyiknya meluncur, jadi terlewat Samuderanya,hehe. Lumayan jauh terlewatnya (jauh kalau jalan kaki, kalau pakai mobil deket Smile with tongue out ). Namun segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Jadinya, setelah bongkar muatan barang dari mobil, Babeh bisa langsung meluncur ke Bandung tanpa memutar arah Open-mouthed smile.

Saya tiba di bus sekitar pukul 5 kurang. Sudah ada teman-teman sejawat di sana. Sayapun mencari kursi paling belakang agar leluasa dan selang 30 menit kemudian bus pun berangkat.

On the Bus….SA403622

Pertama kalinya juga saya pergi berbus ria bersama teman kantor (Maklumlah saya pegawai nubie). Ternyata pada heboh juga mereka. Apalagi Ibu-Ibunya Open-mouthed smile. Rombongan studi banding yang hampir didominasi ibu-ibu membuat saya menjadi orang terganteng selain Pak Iman (teman bapak-bapak satu-satunya,,hehehe).

Buspun mulai memasuki gerbang tol Padalarang, namun saya lebih memilih tidur saja karena jalanan Cipularang sangat monoton. Zzzzzzzzz Shifty. Sesekali saya terbangun melihat ke luar jendela untuk memantau situasi.

Sesampai di gerbang tol Pondok Gede, saya lebih memilih tidak tidur. Keadaan lalu lintas yang padat tidak nyaman dipakai tidur Smile with tongue out. Selain itu, sebentar lagi masuk kota Jakarta. Lumayanlah bisa lihat gedung-gedung bertingkat.

Jalur yang diambil menuju bandara sedikit berbeda dengan travel Cipaganti, kalau menggunakan Cipaganti selalu menggunakan jalur Gatsu lurus terus sampai bandara. Namun kali ini melalui Jakarta Timur lalu Jakarta Utara hingga ke bandara. Hmmm… jadi ingat sesuatu gara=gara lewat jalur ini Crying face

CGK Airport….

Setelah 3 jam lebih sedikit, akhirnya sampai juga di Gerbang Tol Soekarno-Hatta dan lima belas menit kemudian, buspun merapat di Terminal 1 C, tempat mangkal maskapai Batavia Smile with tongue out.

Satu per satu penumpang turun dengan membawa muatan masing-masing. Saya termasuk salah satu yang tergembol rupanya dengan satu tas laptop dan satu tas beroda Hot smile.

Teh Dew, sang koordinator tim mulai membagikan tiket pesawat dan instrumen studi banding ke masing-masing peserta. Lalu, semua peserta dipersilakan untuk berbebas ria sambil menunggu pesawat.

Saya, Teh Dew, dan Teh Win memilih ke AW Resto buat sarapan. Saya sih sebenarnya sudah makan tadi subuh di rumah, jadi hanya numpang duduk-duduk saja. Tiba-tiba Teh Dew menyodorkan sebuah ayam goreng krispi, dada lagi. Wah-wah, rezeki tidak boleh ditolak. Rupanya ada bonus 1 chicken wing waktu mereka beli, namun Teh Win lebih milih chicken wingnya daripada dada. Lumayan.. lumayan…  Smile

Dari kejauhan tampak Bu Em, yang juga salah satu tim,  sendirian berjalan ke arah kami. Kamipun melambaikan tangan. Ternyata Bu Em habis keliling-keliling mencari steker listrik. Memang kalau di pelataran sepertinya agak susah kecuali nebeng di Food Court. Paling banter sih langsung ke Waiting Lounge tetapi masih tiga jam lagi menuju keberangkatan selain itu kalau sudah masuk Lounge tidak bisa keluar lagi.

Saya juga sebenarnya membutuhkan steker listrik untuk mengerjakan tugas kantor lain seperti Bu Em. Tugas saya dan Bu Em kan sama, sebagai penganalisis EDS. Teh Dew juga sama-sama penganalisis EDS, namun Teh Dew sengaja tidak bawa laptop biar di Bali nya lebih konsen katanya Smile with tongue out.

Sarapanpun selesai, namun sebelum memutuskan ke Lounge atau tidak, kami berempat memutuskan bergabung dulu bersama peserta lain yang sedang duduk lesehan di pelataran terminal C.

Kelihatan sekali mana peserta yang juga penganalisis EDS. Terlihat dari kesibukannya mengoperasikan laptop. Salah satunya Bu Nuni yang sedang asyik mengoding (istilah kerjaan penganalisis EDS).

Bu Em mengajak peserta lain sesama penganalisis EDS untuk masuk Lounge tetapi tidak ada yang mau. Sayapun sempat ragu masuk Lounge atau tidak. Namun, akhirnya saya ikut Bu Em juga masuk lounge demi mengejar deadline 1 Desember. Tak lupa beli dulu Roti Boy(takut kelaparan di dalam). Di Lounge ada juga yang jualan, hanya saja harganya harga bule Open-mouthed smile, Muahall..hehe,,

Setelah melewati teteng bengek proses pemeriksaan menuju Lounge Gate C3, akhirnya kami berdua sampai juga di sebuah ruangan yang nyaman beserta hamparan kursi merah yang empuk. Dingin sekali suhu di dalam, berbeda dengan suhu di pelataran tadi. Dan proses pencarian steker listrik tidak seindah bunga mawar, terpakai semua. Terpaksa kami memutar mencari mangsa sampai harus lintas Gate. Ketemu juga deh steker yang kosong di lounge Gate C1. Langsung saja tanpa basa-basi kami segera ndeprok di kursi merah buat ngoding. Happy ngoding all sampai 3 jam ke depan… Nerd smile

Bersambung…

Posted in Serba Serbi | Leave a comment

Akhirnya selesai juga….

Alhamdulillah, kuliah ane bisa kelar gan… meski rada telat…
Tapi meski telat, ane belum pernah jadi pengangguran seharipun :)

Posted in Kuliah | Leave a comment

Selamat Datang…..

Testing wordpress.. testing wordpress….

Posted in Kuliah | Leave a comment